Perbedaan Market Driven dan Product Driven Beserta Contoh - Revesery -->

Perbedaan Market Driven dan Product Driven Beserta Contoh

Perbedaan Market Driven dan Product Driven Beserta Contoh - Market Driven atau produk-produk yang sudah mainstream itu dulunya juga mengalami fase Product Driven. Seperti dulu susu untuk nutrisi dan kesehatan itu sudah umum banget. Terus ada yg mendiferensiasi menciptakan variasinya susu tulang.. atau susu yang diciptakan khusus untuk menjaga dan memperbaiki nutrisi tulang

Mainstream Market itu ketika product sudah masuk ke Early Majority
Susu untuk tulang atau susu dengan kandungan kalsium tinggi itu awal diperkenalkannya juga segmented sekali. Sama seperti awal munculnya varian white coffee
Perbedaan Market Driven dan Product Driven Beserta Contoh
Luwak white coffee pelopornya, Kopi ini awalnya ingin fokus ke segmen pasar yg punya masalah dengan tingginya tingkat keasaman coffee yang memicu munculnya asam lambung. Varian white coffee mencari segmen pasar yg punya problem market orang-orang penderita maag yg ingin menikmati kopi, Early marketnya disitu.

Ternyata sambutan pasar terhadap varian baru kopi ini luar biasa
Bukan hanya yg punya masalah dengan asam lambung aja yang suka, tapi yang ga ada masalah dengan asam lambung pun juga suka

Ketika produk ini menjadi mainstream market, akhirnya semua Brand ikut-ikutan bikin varian white coffee. Jika di pasar yg crowded (market driven) kita harus fokus untuk DIFERENSIASI, maka untuk memunculkan satu kategori product baru kita harus fokus ke EDUKASI

Edukasi disini bukan langsung edukasi pasar dengan fitur-fitur produk. Tetapi selalu mulai dengan edukasi untuk membuka mata market kalo mereka itu punya masalah,Problem Awareness istilahnya.

Buat market kenal dulu dengan masalahnya
Tahapan ini dikatakan sukses jika, market atau audiens mengatakan "Oh iya aku punya masalah ini..
Yang teridentifikasi dari gejala ini.."

Contoh di lapangan..
Jika orang jualan susu tulang, maka ia tidak perlu langsung menjelaskan panjang lebar khasiat susunya. Cukup buka boot pemeriksaan tulang gratis

"Tulang kita termasuk yang sehat atau yg keropos ya?
Yuk ikut cek tulang.. cuma 5 menit
GRATIS"

Copywriting nya bisa macem-macem, tapi goals nya satu, naikin Awareness dulu
Syarat untuk mengikuti cek tulang, pelanggan diwajibkan isi form dulu

Nah secara otomatis mereka yg sudah isi form akan menjadi leads atau prospek mereka
Di form itu kita minta minimal nama, nomer telepon, bagusnya yg ada WA nya, plus email
Yang penting membuka jalan buat kita untuk proses edukasi selanjutnya.

Edukasi selanjutnya adalah SOLUTION AWARENESS
Kita sudah membuka mata mereka tentang masalah yg mereka miliki
Sekarang waktunya memberi tahu ke mereka gimana solusinya

Bagaimana solusinya?
Kita sudah memberi tahu mereka kalo mereka punya masalah dengan tulang mereka
Disini kita masih belum to the point menawarkan product, tapi masih fokus edukasi solusi
Misal untuk kepadatan tulang X maka harus mengkonsumsi susu dengan kandungan kalsium sebanyak Y minimal 1 liter sehari

Plus jangan lupa, setiap pagi biasakan olahraga jalan kaki minimal 30 menit
Ketika konten edukasi solusi ini selesai mereka konsumsi, maka secara otomatis mereka akan berpikir ke tahap selanjutnya..

Susu merek apa ya yang memenuhi syarat kandungan kalsium seperti itu
Tapi jika Anda tidak mau gambling, sekaligus memastikan proses berjalan mulus.. Berikan perbandingan dengan framing
Normalnya customers itu malas mikir, ia akan cenderung memilih opsi aman, memilih Brand yg mengenalkan masalah dan solusi di awal
Maksudnya??

Misal kita membandingkan Brand A, Brand B dan Brand C.. dimana Brand A adalah milik kita
Cari ciri kuat dari Brand A yg tidak dimiliki Brand B dan Brand C
Ulas masing-masing brand, tanpa harus menyebut merek dengan menyebutkan semua kelebihan dan kekurangan semua Brand

Tapi munculkan kesimpulan, jika untuk kasus Anda maka Brand yang paling sesuai adalah Brand A, ini brand miliki kita

Step ketiga ini, dinamakan PRODUCT AWARENESS

Jadi urut-urutannya
dikenalkan MASALAH..
dikenalkan SOLUSI..
dikenalkan PRODUCT nya

Bedanya dengan market driven tadi adalah, jika kita memasarkan product market driven maka kita bisa loncat langsung ke komparasi product atau step ke-3

Lebih banyak main framing
Makanya ketika Anda memasarkan produk, pastikan Anda kenal dengan sangat baik produk-produk kompetitor

Apa kenggulan dan kelemahan kita
Jika kita unggul telak atau imbang, masih enak lah framingnya
Tapi jika kita kalah telak, framing tidak akan menolong banyak
Solusinya?

Perbaiki produk kita
Banyak pebisnis yg merugi karena mereka tidak pernah benar-benar mengaudit kekuatan mereka

Apa competitive advantage yg mereka miliki dibanding kompetitor
Mereka tidak sadar kalo kalah segalanya, tapi nekad bertarung
Pre market analysis itu penting banget
Jangan sampai tanpa riset kita main masuk aja ke pasar. Jika kita terlanjur nyemplung, ya kita perbaiki produk kita. Temukan apa yang bisa kita angkat buat jadi competitive advantage kita

Ada pertanyaan? Silahkan komentar

Posting Komentar

Revesery.com

Revesery.com

download file ini untuk mencoba: 

Revesery.com

Revesery.com

 Download ==>>