Awal Mula Konflik Muslim Uyghur di Xianjiang dan Sejarahnya - Revesery -->

Awal Mula Konflik Muslim Uyghur di Xianjiang dan Sejarahnya

Awal Mula Konflik Muslim Uyghur di Xianjiang dan Sejarahnya - Apa yang sedang terjadi pada Muslim Uyghur di Xinjiang? Gimana sih sejarah keberadaan mereka? Dan kenapa mereka “dididik” ? Saya coba jelasin dengan bahasa yang mudah.

Siapa sebenernya Uyghur itu?

Jadi Uyghur itu salah satu etnis minoritas di Tiongkok. Secara kultural, mereka lebih deket ke Bangsa Turk (meliputi Turki, Azerbaijan, Uzbekistan, dsb) daripada mayoritas Bangsa Han (Chinese pada umumnya).

Uyghur ini tinggal di daerah Xinjiang btw.





Dulu nih, Uyghur hidup tentram di bawah kepemimpinan Gubernur Xinjiang bernama Yang Zengxin. Tapi pas 7 Juli 1928, ia tewas karena pembunuhan misterius, mirip kasus G30S lah, di mana Jin Shuren (yang dlm kasus ini mirip Soeharto-nya), dicurigai sebagai dalang pembunuhan itu.

Jin Shuren pun mengambil alih kekuasaan Yang Zengxin untuk jadi Gubernur Xinjiang.

Nah Jin Shuren ini demen bgt sama militer. Jaman Yang Zengxin, Xinjiang cuma punya 3 batalion, sedangkan Jin Shuren naikin jadi 8 batalion.

Parahnya, 74% APBD-nya Xinjiang abis cuma buat militer!





Pajak jadi ditinggiin (karena ga ada subsidi dari pusat paska Dinasti Qing ditumbangkan Revolusi Xinhai), Muslim Uyghur makin tersiksa akan hal itu.

Sekedar info, paska Kesultanan Islam dari Xinjiang Selatan berjaya di abad ke-7, mayoritas penduduk Uyghur kemudian mnjadi muslim.
Selain itu, Jin Shuren memanfaatkan kedekatan Xinjiang dengan Rusia (dulu Uni Soviet) setelah Perang Dunia I & Revolusi Bolshevik, untuk keperluan pribadi.

Bayangin, ia memonopoli perdagangan bernilai ekspor tinggi (macem emas, wol, dsb) dengan harga semurah mungkin dari rakyatnya.




Parahnya, 51% perdagangan di Ürümchi (pusatnya Xinjiang) dikuasai oleh pejabat Xinjiang bersuku Han, 37% dikuasai borjuis Xinjiang/orang luar, sisanya? Ya pedagang lokal cuma dapet 12%..

Ironisnya lagi, pejabat2 itu rekanannya Jin Shuren sebelumnya saat masih bertugas di Gansu..
Masyarakat akhirnya geram, terlebih terdengar kabar bahwa penagih pajak dari suku Han asal Gansu, telah memperkosa seorang wanita Uyghur yang sebelumnya meminta ayah si korban menikahkan putrinya dengan dia.

Kemudian terjadi insiden Xiaobao. Etnis Uyghur membunuh etnis Han di Gansu.




Nah, akhirnya pas 12 November 1933, sejatinya Uyghur ini udah merdeka cuy dengan nama Republik Islam Turkistan Timur, dimulai dari pergerakan Uyghur di Xinjiang Selatan.

Akan tetapi, Presidennya (Khoja Niyaz) & Perda Menterinya (Sabit Damulla) berbeda pendapat soal batasan wilayah.
Presiden masih berharap Xinjiang berada di bawah naungan Tiongkok, & meyakinkan PM-nya bahwa suku Han ga akan jadi pejabat lagi di Xinjiang. Tapi PM bilang, dengan jadi bagian dari Tiongkok (lagi), jd percuma kemerdekaannya.

Mereka pun pecah kongsi.

16 April 1934, negara ini bubar.




Oke lanjut.

Setelah itu, saat itu juga akhirnya Xinjiang berada lagi di bawah naungan Tiongkok/China.

Setelah tahun 1990-an, sebenernya udah banyak dukungan pada Xinjiang untuk memerdekakan diri kembali, setelah Uni Soviet runtuh & banyak negara muslim di Asia Tengah merdeka.

Namun, Beijing membungkam para pegiat & demonstran untuk turun ke jalan & menyuarakan pndapatnya.

Penyebab kerusuhannya apa? Jawabannya sangat rumit & jlimet. Salah satunya bisa jadi akibat ketegangan antar etnis Uyangur & Han yang berlangsung selama berpuluh2 tahun seperti di atas.





Tapi ada juga pendapat yang mengatakan kalau proyek-proyek besar Tiongkok sudah membawa “kemajuan” di Xinjiang, yang pada akhirnya membawa anak muda etnis Han untuk bertempat tinggal di Xinjiang, bahkan kini 40% penduduk di Xinjiang adalah etnis Han, sedang etnis Uyghur tergerus.

Jadi selain karena ada ego antar etnis (bukan antar agama ya, karena di wilayah Xinjiang ga semua juga orang Islam, hanya saja mayoritas, terutama di etnis Uyghur, ada juga non-Islam, meski sangat sedikit), juga ada ketimpangan ekonomi & sosial yang terjadi antara mereka.





Nah, akhir Juni 2009, terjadi bentrok antar etnis lagi antara Han & Uyghur di Shaoguan. Etnis Han dapat kabar burung, bahwa salah satu perempuan Han dapat pelecehan seksual. Akibat bentrok itu, ada 2 orang etnis Uyghur yang tewas dibunuh etnis Han.

Etnis Uyghur ga tinggal diam..




Juli 2009 di Ürümqi, etnis Uyghur melakukan pawai (yang awalnya bermula damai), atas bentuk protes lambatnya proses penyelesaian kasus hukum bagi Uyghur yang terbunuh di Shaoguan. Setelah polisi menurunkan pasukan khusus, bentrokan tak terbendung.

Akibatnya, berakhir sangat kacau..
Pemerintah Tiongkok mengatakan 197 orang tewas, dengan klaim korban tewas lebih banyak dari suku Han. Sedangkan kelompok pengasingan Uyghur klaim lebih banyak korban tewas dari etnis Uyghur.

Human Rights Watch mengatakan orang yang dhilangkan oleh polisi lebih besar jumlahnya.
Masih di tempat yang sama, pada Mei 2014, sedikitnya ada 31 orang tewas & 90 orang mengalami luka-luka setelah dua mobil secara sengaja menabrak pasar di Ürümqi. Pemerintah Tiongkok menyebutnya sebagai “aksi kekerasan teroris”.

Di bulan Juli, sekelompok bersenjata beraksi di sana.





Akibatnya, seorang Imam Masjid terbesar di Tiongkok, Jume Tahir, tewas ditikam berkali-kali.

Sebelumnya pada bulan Mei, terjadi aksi pembantaian yang menewaskan 29 orang di provinsi Yunan. Pemerintah pun menuduh warga Xinjiang sebagai pelakunya dengan menyebutnya sebagai “separatis”.
Akibat semua kejadian itu, Tiongkok kemudian meningkatkan pengamanan di wilyah Xinjiang, menahan ratusan warga yang dituduh terlibat aksi separatisme, bahkan mendakwa akademisi Uyghur, Ilham Tohti pada September 2014, yang saat itu menuai kecaman dari seluruh pihak internasional.





Tahun 2018, Komite PBB mendapat laporan bahwa setelah kejadian di atas, Pemerintah Tiongkok menahan satu juta warga Uyghur (dan kelompok Muslim lain), di wilayah Xinjiang Barat, dengan dipaksa untuk menjalani program “yang diklaim” sebagai re-edukasi atau pendidikan ulang bagi mereka.

Pemerintah Tiongkok sering kali mengatakan bahwa ETIM, bukan ETIM Atta ya, tapi ETIM (East Turkestan Islamic Movement = Gerakan Islam Turkmenistan Timur) atau orang2 yang terinspirasi/memiliki jaringan dengan ETIM, sebagai pelaku kekerasan utama baik di Xinjiang atau di sekitarnya.





ETIM dikatakan ingin kembali membuat Turkistan Timur berjaya & lepas dari kependudukan Tiongkok (seperti cita-cita dari PM pertama mereka dahulu, Sabit Damulla).

Meski pun di sisi lain, ETIM tidak pernah mengklaim aksi kejahatan yang dituduhkan oleh Pemerintah Tiongkok selama ini.

Program ini tentu mengkhawatirkan, krna dianggap sbg program penghapusan budaya menyeluruh bagi etnis Uyghur yang berbeda sama sekali dengan etnis Han.

Sebelumnya, Pemerintah Tiongkok kerap kali melakukan tindakan diskriminatif pd Uyghur & negara lain memilih diam, termasuk Indonesia.





Kejadian kerusuhan yang dimotori hanya sebagian orang, malah dijadikan pembenaran untuk memenjarakan seluruh etnis Uyghur agar mereka berbudaya seperti etnis mayoritas.

Masalah ini bukan masalah agama, tapi masalah kemanusiaan. Sudah seharusnya kita bersuara.

Sekian Awal Mula Konflik Muslim Uyghur di Xianjiang dan Sejarahnya Semoga bermanfaat

Ada pertanyaan? Silahkan komentar

Posting Komentar

Revesery.com

Revesery.com

download file ini untuk mencoba: 

Revesery.com

Revesery.com

 Download ==>>