Review Teaching to Transgress: Ruang Kelas dan Pendidikan - Revesery -->

Review Teaching to Transgress: Ruang Kelas dan Pendidikan

Teaching to Transgress: Ruang Kelas dan Pendidikan - Belajar membosankan? Sekolah seperti penjara?

Seorang pedagog, aktivis, dan profesor bernama bell hooks membuat sebuah buku yang membukakan mata kita akan pendidikan yang membebaskan:Teaching to Transgress: Ruang Kelas dan Pendidikan

bell hooks, yang bernama asli Gloria Jean Watkins, merupakan seorang feminis yang mendedikasikan hidupnya untuk menulis, mengajar, dan memperjuangkan kesetaraan.

Sebagai seorang wanita berkulit hitam yang tinggal di Amerika Serikat, ia mengalami banyak hal yang baik dan buruk.

Dalam salah satu buku fenomenalnya berjudul Teaching to Transgress, hooks menceritakan kehidupan dia saat sekolah yang menyenangkan, dimana guru beliau sangat membuat hooks kecil berdaya.

Tetapi, pengalaman itu berubah ketika ia berkuliah di Stanford.

Kelas yang tadinya menyenangkan, berubah menjadi menyeramkan. Profesor yang mengajarnya tidak senang mengajar dan mahasiswa diharapkan untuk taat pada otoritas guru, alih-alih mendemonstrasikan kekritisan berpikir.

hooks di kelasnya dianggap sebagai sebuah ancaman terhadap otoritas.

Ketika ada sesuatu diluar hal yang biasa terjadi (seperti ketidaksetujuan) dan dilakukan oleh mahasiswa kulit berwarna, itu dipandang sebagai suatu pembangkangan.

Hal ini membuat hooks kecewa dengan pendidikan. Sampai suatu saat, ia bertemu dengan karya-karya dari seorang edukator Brazil bernama Paulo Freire yang membahas tentang pedagogi kritis.

Pedagogi kritis adalah teori dan metode pengajaran yang memandang kelas sebagai ruang politik dan mendorong siswa untuk menantang sistem kekuasaan dan penindasan.

Freire memberi Hooks sebuah blueprint tentang seperti apa pendidikan sebagai tindakan pembebasan. 


Keyakinannya bahwa pendidikan harus tentang pembongkaran sistem penindasan selaras dengan keyakinannya dalam pedagogi feminis dan pedagogi sebagai tempat kebebasan.

hooks percaya bahwa ruang kelas harus menjadi tempat yang exciting. Dia mencatat bahwa excitement dalam pendidikan tingkat tinggi sering dipandang sebagai gangguan.

Menjadi excited berarti melanggar, atau bertindak di luar batas-batas apa yang dianggap dapat diterima dalam model pendidikan tradisional. 

hooks berpendapat bahwa excitement dapat hidup berdampingan dengan pemikiran kritis dan pengejaran intelektual.

hooks membuka bab pertama bukunya dengan argumentasi bahwa pendidikan harus menjadi praktik kebebasan, atau kesempatan bagi siswa untuk membawa pikiran, tubuh, dan jiwa mereka ke dalam kelas dan mengambil tindakan melawan sistem kekuasaan dan penindasan.

Terdapat dua orang yang mempengaruhi pemikiran hooks dan sering ia sebut dalam buku ini.

1. Paulo Freire

2. Thich Nhat Hanh

Freire dikenal akan bukunya, Pedagogy of the Opressed, yang mengkritik keras banking model of education. 

Apa itu?

Sistem pendidikan perbankan ini adalah metafora yang menggambarkan model pendidikan tradisional di mana siswa adalah pembelajar pasif yang hanya menerima, menghafal, dan mengulangi pengetahuan yang disimpan oleh guru ke dalam "bank" mental siswa.

Freire menanamkan filosofi bahwa semua siswa adalah peserta aktif dalam mengejar pengetahuan. 

Ia percaya bahwa pendidikan hanya bisa membebaskan jika guru mengizinkan setiap orang utk memiliki suara mereka sendiri dan menciptakan komunitas pengetahuan bersama (shared knowledge)

Selain Freire, hooks juga membahas Thich Nhat Hanh yang filsafatnya kental dengan engaged Buddhism. 

Thich Nhat Hanh percaya pada pendidikan holistik yang menggabungkan pikiran, tubuh, dan jiwa siswa dan guru. Dia mengajar hooks untuk menganggap siswa sebagai manusia yang utuh.

Siswa seharusnya tidak hanya memperoleh pengetahuan yang terdapat dalam buku tetapi juga memperoleh pengetahuan tentang bagaimana menjalani hidup mereka.

hooks mengusulkan sebuah teori dan metode pengajaran yang dia sebut "pedagogi yang terlibat" (engaged pedagogy). 


Pedagogi ini melampaui pedagogi kritis dan feminis karena menekankan pentingnya well-being siswa dan guru secara keseluruhan.

Engaged pedagogy adalah tentang ekspresi siswa. Setiap siswa harus memiliki suara di kelas dan menjadi peserta aktif dalam mengejar pengetahuan.


Pengajar harus terlibat dalam proses aktualisasi diri siswa agar berhasil memberdayakan mereka.

Tetapi, pengajar tak bisa mengajar siswa untuk mengaktualisasikan diri dan terbuka terhadap kerentanan apabila mereka tidak terlebih dahulu mempraktikkan aktualisasi diri itu sendiri.

hooks menutup bab ini dengan sebuah argumentasi bahwa pengajar yang progresif tidak takut mengambil risiko. Mereka memandang pendidikan sebagai tindakan perlawanan terhadap penindasan model pendidikan tradisional.

Kita akan membahas bab-bab lain dari buku ini di lain kesempatan. Banyak sekali yang dapat kita pelajari dari buku beliau dan membukakan mata akan dunia pendidikan yang sangat relevan dengan keadaan di Indonesia sendiri.


Ada pertanyaan? Silahkan komentar

Posting Komentar

Revesery.com

Revesery.com

download file ini untuk mencoba: 

Revesery.com

Revesery.com

 Download ==>>