Cara Membuat Alur Yang Menarik Dan Mengembangkan Konflik Cerita - Revesery -->

Cara Membuat Alur Yang Menarik Dan Mengembangkan Konflik Cerita

Cara Membuat Alur Yang Menarik Dan Mengembangkan Konflik Cerita - artikel ini adalah hasil dari research beberapa sumber yang aku ambil, jadi pertama kita bahas tentang alur cerita kemudian dilanjutkan oleh konflik.

Definisi alur cerita (plot), bahwa alur cerita sendiri sangat berpengaruh terhadap cerita atau sukses tidaknya cerita. Pastikan bahwa cerita kalian punya alur yang mengalir. 

Pembuka-tengah-kesimpulan.

Sebagai seorang penulis cerita, kamu tentu harus mampu menyajikan sebuah cerita yang menarik. Cerita Tanpa konflik, jalan ceritanya tidak akan menarik. Bahasanya sedikit dramatis, dan konflik bisa dikatakan sebagai spirit atau semangat utama penulisan cerita. 

Ada banyak cara bercerita yang biasa digunakan oleh penulis, dan mereka bisa mengeksplorasi konflik yang unik dan menarik. Namun pada intinya, apapun metode yang digunakan, tujuan sebenarnya adalah menciptakan efek dramatis yang dapat membawa dampak emosional bagi pembaca. 

Semakin besar dampak emosional pada pembaca, semakin baik. Jika demikian, bagaimana kamu dapat menciptakan konflik untuk menarik pembaca dan membuat mereka merasa betah kata demi kata dalam buku kamu?

7 langkah membuat alur yang menarik

1. Berpikir out of the box

Alur cerita yang umum adalah perkenalan-muncul konflik-klimaks-anti klimaks-kesimpulan. 

Kalau semua cerita terus-menerus menggunakan tahapan alur seperti itu mungkin akan membosankan, oleh karena itu,

Penulis diharapkan bisa membuat tahapan tersebut agar tdk monoton dan lebih berbeda, kalian boleh mengubah tahapan tersebut misalnya kalian mau konflik dahulu baru perkenalan.

2. Buat pembaca penasaran tentang alur kalian.

Cara Membuat Alur Yang Menarik Dan Mengembangkan Konflik Cerita.

Seorang penulis harus berhasil membuat alur nya menjadi menarik dan dilirik banyak orang. Jangan biarkan pembaca kalian tahu bagaimana alur yang kalian buat nantinya dan perhatikan plot twist kalian agar tidak menjadi plot hole. Jangan memberikan terlau banyak informasi di awal, agar bisa dipecah menjadi beberapa bagian hingga selesai

3. Jangan abaikan sisi logika.

Walaupun cerita fiksi, sisi logika tetap diutamakan, hal ini menghindari adanya kesan "Too good to be true." Pembaca sangat suka dengan alur cerita yang relate dengannya. Pada intinya tetap menjaga sisi logika tersebut agar pembaca tidak bingung.

4. Jangan takut dengan adegan pasaran.

Jangan takut jika ada beberapa adegan pasaran dgn cerita lainnya, karena menariknya suatu alur cerita adalah dari bagaimana cara penulis memainkan alur adegan pasaran tersebut menjadi terlihat berbeda dari biasanya, beserta tokoh tsb.

5. Lingkungan atau trending.

Kalian bisa membuat alur sesuai lingkungan hidup kalian atau pengalaman hidup sendiri. Bisa juga dari trending yang sedang melejit, yang kalian bisa sisipkan dalam alur cerita kalian.

6. Jangan memaksakan diri.

Jangan hanya fokus membuat cerita lebih menarik, tetapi segala hal dalam cerita terlihat dipaksakan. Semua balik lagi harus masuk akal dan relate, jika tidak, maka cerita tidak kembali menarik dimata pembaca

7. Hindari menulis alur berbelit-belit.

Usahakan jangan membuat alur berbelit dan memusingkan pembaca, jika berbelit maka cerita tak memiliki akhir yg baik dan tidak berkualitas.

Cara Mengembangkan konflik cerita

Konflik cerita, suatu masalah yg ditimbulkan oleh penulis untuk membuat cerita tetap bergerak. Konflik seperti nyawa dalam cerita, konflik dibagi menjadi dua:

1. Konflik internal (Konflik batin)

Dimana tokoh tsb melawan masalahnya sendiri-

contohnya (Depresi, takut, phobia, dll) dimana tokoh terswbut dituntut untuk bisa melawan itu semua sendirian.

2. Konflik eksternal (Konflik fisik)

Muncul karena perseteruan antara tokoh dengan sesuatu yg ada di sekitar mereka dengan orng lain/alam, contohnya berdebat, berantem

Lalu mengembangkan konflik ada beberapa, yaitu

1. Menuliskan konflik2 kecil disetiap bab/part cerita kalian entah konflik eksternal atau internal. Semakin banyak konflik kecil yang kita buat, maka semakin banyak bahan untuk konflik lebih besar, misalkan 'si tokoh bolos sekolah'

Cara Membuat Alur Yang Menarik Dan Mengembangkan Konflik Cerita

2. Mengkaitkan konflik2 kecil yang kalian buat tadi menjadi konflik yang lebih besar. 

Contoh: sang tokoh kehujanan malam itu, lalu si tokoh jatuh sakit yang mengakibatkan ia tak bisa ikut ujian esok hari, akhirnya tak lulus, dan terjadi perdebatan dgn orang tua si tokoh, dst.

Adapun syarat membuat konflik menjadi lebih menarik:

1. Tokoh antagonis harus sama2 memiliki 'Rolling Passion' atau bertugas menghalangi si protagonis untuk mencapai tujuan, sama2 termotivasi

2. Konflik menjadi titik tentu antara si protagonis dan antagonis untuk menguji-

karakter mereka harus saling berhadapan atau saling bertemu.

3. Terakhir perbanyak melatih diri kita untuk membuat sebuah konflik cerita.

Sekian dari aku untuk artikel tentang alur dan konflik kali ini. Kalau ada kesalahan mohon dimaafkan dan juga jika ingin bertanya atau feedback, dm aku terbuka untuk kalian.

mohon bantuannya untuk share agar artikel ini bisa menyebar ke seluruh penulis yang ada, Terima kasih atas perhatiannya!


Ada pertanyaan? Silahkan komentar

Posting Komentar

Revesery.com

Revesery.com

Revesery.com

Revesery.com

 Join Grup Kita: Disini

Download ==>