Bagaimana Cara Netflix Memenangkan Bisnis - Revesery -->

Bagaimana Cara Netflix Memenangkan Bisnis

Bagaimana Cara Netflix Memenangkan Bisnis - Strategi Pemasaran Netflix How Netflix - Win the Game. Dari sewa DVD, sekarang jadi Perusahaan dengan Valuasi $100 Miliar (Bukan Juta). Mana nih para subscriber-nya?

Siapa sih yang tidak kenal Netflix?

Mimin yakin sebagian besar dari kita sudah langganan platform streaming satu ini.

Kamu termasuk salah satunya?

Sebelum Mimin mulai nanyain siapa yang jualan Netflix, Miminn mau kasih tahu dulu kalau per tahun 2021 kemarin Netflix meraup profit sampai $5.17 miliar!

Penasaran dong, gimana caranya bisa sampai seperti itu?

Bagaimana mereka melakukan manajemen dan nurture 222 juta pelanggannya?

Bagaimana mereka memanajemen data perusahan?

Kenapa bisa sebesar ini? Bagaimana caranya?

Turned out, jawabannya adalah data science 😎

Netflix menggunakan data science tidak hanya untuk menggaet pelanggan/user baru, namun juga untuk meningkatkan user experience.

Bagaimana Cara Netflix Memenangkan Bisnis

Thanks to data science, Netflix punya data tentang apa yang sebenarnya ingin ditonton oleh masing-masing user bahkan sebelum mereka tahu dan menentukan mau nonton apa.

User tidak habis-habis diberikan pilihan tontonan bagus berdasarkan aktivitas mereka.

Netflix juga menggunakan banyak business intelligence tools.

Teradata, MicroStrategy, Hadoop, dan Hive adalah beberapa di antaranya. Kalian make salah satu dari tools ini ga?

Beberapa waktu lalu juga dibahas di Twitter kalau Netflix juga menggunakan Python untuk melakukan hal-hal seperti:

- Manajemen keamanan informasi dan data

- Analisis traffic distribution and operational data

- Membantu merancang prototype visualization tools

Menggunakan BI, mereka memanajemen dan nurture ratusan juta usernya.

Mimin sudah membahas bagaimana business intelligence dapat meningkatkan performa bisnis di thread sebelumnya.

Kamu akan dapat gambaran yang bagus bagaimana business intelligence bisa jadi salah satu tools yang membantu data-driven decision making dan membaca success story dari perusahaan-perusahaan yang menggunakan business intelligence.

Namun, tidak hanya sampai di situ. Netflix juga menggunakan big data dan came up dengan algoritma mereka yang selain meningkatkan user experience, juga meningkatkan profit.

Personalized watch lists adalah hal penting dalam user experience, dengan algoritmanya, Netflix beroperasi sangat baik dalam hal ini.

Beberapa contoh penggunaan algoritma (yang tidak hanya satu) yang dilakukan Netflix adalah pada:

- Personalized Recommendation Engine

- Personalized Video Ranking (PVR)

- Trending Now Ranker

- Continue Watching Ranker

- Video Similarity Ranker

- Artwork Visual Analysis (AVA)

Personalized recommendation engine ini yang mengkurasi rekomendasi dan memperlihatkan rekomendasi film dan series di homepage.

Tentu saja, masing-masing user punya rekomendasi yang berbeda berdasarkan aktivitas mereka di Netflix.

Bagaimana Cara Netflix Memenangkan Bisnis

Netflix ingin rekomendasi mereka akurat dengan apa yang diinginkan oleh user, sesuai dengan taste masing-masing user.

Namun, sejalan dengan itu Netflix juga ingin memberikan highlight kalau Netflix punya banyak sekali koleksi dalam katalognya.

Menggunakan algoritma, tidak hanya user terus menonton rekomendasi serupa, user juga mengeksplor “series apa lagi nih yang asik” karena Netflix terus memberikan rekomendasi yang fresh dan sesuai.

That’s how Netflix promotes binge-watch!

Penggunaan series of algorithms ini membuat Netflix bisa memprediksi film apa saja yang berpotensi untuk ditonton dan disukai oleh market mereka.

Data ini juga bisa digunakan untuk memprediksi film atau series apa yang akan booming bahkan sebelum film atau seriesnya launching.

Artwork Visual Analysis

Menggunakan AVA, Netflix bisa memprediksi visual yang cocok dengan masing-masing user.

Next step setelah rekomendasi judul di atas, Netflix juga mengoptimasi penggunaan gambar pada thumbnail, banner, dan poster di tiap judul.

AVA menggunakan computer vision untuk menganalisis data visual untuk generate thumbnail di halaman home para user untuk melengkapi rekomendasi tadi.

AVA melakukan scan pada seluruh video yang ada di dalam database mereka dan menentukan thumbnail mana yang paling cocok untuk masing-masing user frame by frame.

Bagaimana Cara Netflix Memenangkan Bisnis

Itulah kenapa sering kita dapati kalau thumbnail di Netflix berbeda dengan poster yang ada di cinema atau di Internet.

Bahkan, setiap user bisa punya thumbnail berbeda untuk film atau series yang sama.

Hasil kerja AVA ini juga digunakan mereka untuk keperluan marketing dan social media campaign.

Temuan lainnya adalah, berkat algoritma mereka, Netflix menghemat kira-kira $1 miliar per tahun!

Algoritma ini juga membuat 80% dari konten yang ditonton di Netflix adalah hasil dari sistem rekomendasi.

Tambahan lagi, hal yang membuat Netflix bisa sebagus dan sebesar ini adalah penggunaan data analytics.

Netflix menggunakan analytics untuk mengoptimasi semua hal, mulai dari user experience yang sudah dibahas di atas tadi sampai dengan logistik mereka.

Sebagai contoh, Netflix melakukan pengembangan algoritma untuk memprediksi biaya produksi film antara satu lokasi dan lokasi lainnya.

Mereka juga menggunakan analytics untuk mengetahui efektivitas dari proses produksi dan pasca-produksi film dan came up dengan workflow yang memangkas sebagian besar bottlenecks.

Menggunakan BI untuk manajemen data perusahan, plus analytics untuk membuat workflows jadi efektif, itulah kenapa Netflix bisa terus growth.

Jika dibuat ringkasan, tiga hal inilah yang membuat Netflix jadi seperti sekarang:


- Data-driven and business intelligence utilization

- User experience

- Optimized workflows

Jika dipersingkat lagi, “Netflix uses data science to the next level for their business.”

That’s how Netflix win the game dan jadi salah satu streaming platform paling besar saat ini.

Dengan semuanya terstruktur dan data-driven, menjadi salah satu atau bahkan yang paling besar di dunia bukanlah hal yang mustahil.

Karena semua harus berdasarkan data. Data is the business. Betul ga, min? 

Yepp banget, selain kagum dengan gimana mereka ngebuilt model model nya. Kagum juga dengan gimana mereka nge-sustain kan model yang sudah dibuat secara real time, dengan data flow tiap detik nya yang pasti jutaan bahkan milyaran

Sekian Bagaimana Cara Netflix Memenangkan Bisnis.


Ada pertanyaan? Silahkan komentar

Posting Komentar

Revesery.com

Revesery.com

download file ini untuk mencoba: 

Revesery.com

Revesery.com

 Download ==>>