Cara Menggunakan Aplikasi Bibit Untuk Pemula - Revesery -->

Cara Menggunakan Aplikasi Bibit Untuk Pemula

Cara Menggunakan Aplikasi Bibit Untuk Pemula - Buat kalian yang punya duit di rekening dan bingung gatau mau dikemanain atau hanya di hold aja mending kalian investasiin ke reksadana deh apalagi dalam jumlah besar. Disini saya mau jelasin dikit apa yang saya tau tentang reksadana.

Pertama, saya mulai investasi reksadana itu sejak 14 September 2021 dengan nilai 50 juta dan sampai saat ini saya hanya menarik profitnya untuk kebutuhan

Cara Menggunakan Aplikasi Bibit Untuk Pemula

Return yang saya dapatkan sejak pertama kali mengenal reksadana sampai sekarang adalah sekitar 10%

Sampai sini saya mau jelasin dikit apa perbedaan reksadana saham dan reksadana yang lain.

JENIS JENIS REKSADANA

1) Reksadana saham adalah salah satu instrumen investasi dengan tingkat resiko paling tinggi diantara yang lain (resiko bisa diminimalisir dengan pemilihan produk reksadana yang baik).

2) Perbedaan mendasar antara reksadana saham dengan yang lain adalah dana kelolaan reksadana saham hampir 80-90% berada di pasar saham berbeda dengan reksadana obligasi yang 90-95% dana kelolaan mereka berada di obligasi dan sukuk (biasanya reksadana jenis ini paling diminati karena resikonya menengah).

3) Untuk resiko paling rendah ada di reksadana pasar uang yang dimana reksadana jenis ini hampir 90% dana kelolaannya berada di pasar uang.

Selanjutnya, saya akan berbagi sedikit tips dan trik yang bisa menjadi acuan dalam memilih produk investasi reksadana saham yang baik (Cek ss ke-3 sambil baca poin-poinnya ya).

CARA UNTUNG DALAM INVESTASI REKSADANA



1) AUM (Total dana kelolaan manajer investasi).
AUM menjadi salah satu hal penting dalam memilih reksadana saham karena semakin besar AUM tentu semakin besar kepercayaan masyarakat kepada manajer investasi tersebut. Usahakan ketika memilih reksadana saham lihat AUM-nya dengan berfokus pada "Jika umur reksadana tersebut berumur lebih dari 5 tahun usahakan AUM-nya sudah lebih dari 100 miliar".

Produk tempat saya investasi memiliki AUM 5.74 Triliun dengan umur reksadana belasan tahun.

2) Expense Ratio (Biaya manajemen).
Nah expense ratio ini adalah hal penting karena rumus umum dalam memilih reksadana saham adalah  " Semakin banyak dana kelolaan, biasanya semakin baik. Kemudian semakin sedikit expense ratio, semakin baik".

3) CAGR.
Singkatnya, CAGR adalah tingkat pertumbuhan tahunan dari suatu investasi yang dilakukan lebih dari satu tahun. Nah tentunya semakin bagus CAGR dari suatu saham performanya akan semakin baik.

4) Drawdown.
Singkatnya, drawdown adalah penurunan portofolio investasi dari nilai tertinggi ke terendah dalam periode perdagangan tertentu (pada ss ke-3 terlihat drawdownnya tidak terlalu signifikan yaitu 7% yang dimana itu adalah tanda yang baik karena semakin sedikit persentase drawdown-nya suatu saham tentu performa sepanjang tahunnya tidak buruk atau minimal tetap.

Oiya, sebelumnya saya ingin mengingatkan daripada kalian investasi bodong tidak jelas dengan return yang menggiurkan yang ujung-ujungnya SCAM mending kalian investasi dengan return yang tinggi tapi dengan keputusan yang bijak (Rifki, 2022).

MANAJEMEN RESIKO DAN PERENCANAAN KEUNGAN

Selanjutnya saya ingin menjelaskan apa yang saya ketahui tentang manajemen resiko dan perencanaan keuangan khususnya pada instrumen investasi reksadana.

1) Perlu kalian ketahui bahwa reksadana juga memiliki resiko yang cukup besar dibanding dengan instrumen investasi lain. Jadi kalian jangan berpikir sudah pasti untung,resiko tetap ada tapi kita bisa meminimalisir resiko tersebut dengan pemilihan investasi yang bijak.

2) Jika kalian ingin mendapatkan return sekitar 15-17% per tahun. Saya menyarankan untuk berinvestasi pada reksadana saham dengan catatan : "Ada risiko fluktuasi dalam jangka pendek. Misalkan, tahun pertama mungkin reksadana kita tidak naik atau malah rugi sama sekali. Namun biasanya, dalam 3 tahun lebih, kecenderungannya adalah dia naik dengan return 15% tadi" begitulah reksadana saham. Jika kalian mempunyai dana diatas 10 juta saya sarankan ambil investasi ini dengan rentang investasi sekitar 2-3 tahun untuk hasil yang maksimal.

3) Jika modal kalian lumayan tapi tidak ingin resiko yang tinggi, kalian bisa mengambil reksadana obligasi dengan pemilihan investasi seperti yang sudah saya jelaskan diatas (AUM, CAGR, etc) karena instrumen investasi ini menggunakan resiko yang menengah dengan return yang lumayan. Rentang investasi untuk poin ini adalah 3-5 tahun.

4) Jika modal kalian minim dan hanya ingin menaruh uang saja di investasi agar tidak terpakai untuk yang sia-sia, kalian bisa memilih reksadana pasar uang dengan tingkat resiko paling rendah yang tentunya return yang didapatkan tidak sebanyak saat kita berinvestasi pada reksadana lain ya. Tapi dengan reksadana ini saya jamin 90% untung. Rentang investasi untuk poin ini adalah sesuai dengan kebutuhan kalian karena pada dasarnya ini hanya untuk menaruh uang yang kalian takut menggunakannya untuk keperluan yang sia-sia.

Untuk aplikasi investasi yang paling cocok dengan instrumen investasi pada post ini yaitu reksadana, saya menyarankan menggunakan Bibit karena selain sudah diawasi oleh OJK dan Bappebti, di Bibit juga terdapat banyak sekali pilihan untuk reksadana dari berbagai manajer investasi. 

1-3 Resiko rendah

4-7 Menengah/Moderat

8-10 Tinggi

Selain itu investor juga bisa memilih profil resiko mereka saat pendaftaransebagai acuan dalam berinvestasi. Pokoknya app ini keren deh.

Untuk pengguna baru sekarang ada cashback 25 ribu untuk investasi pertama mereka dengan menggunakan kode referral dengan minimal pembelian 200 ribu.

Sekian Cara Menggunakan Aplikasi Bibit Untuk Pemula


Ada pertanyaan? Silahkan komentar

Posting Komentar

Revesery.com

Revesery.com

download file ini untuk mencoba: 

Revesery.com

Revesery.com

 Download ==>>