Sejarah Baghdad Manifesto 402 H / 1011 M - Revesery -->

Sejarah Baghdad Manifesto 402 H / 1011 M

Sejarah Baghdad Manifesto 402 H / 1011 M - Ini adalah zaman dimana tensi Sunni dan Syiah lagi tinggi-tingginya. Pengeluaran manifesto mengakibatkan menguatnya nilai-nilai Sunni, pengambilan kekuasaan buwaihi oleh Saljuk dan homogenisasi paham Sunni di jazirah Arab

Sejarah Baghdad Manifesto 402 H / 1011 M

Untuk artikelkali ini, saya akan menggunakan beberapa sumber dari buku nyata dan tulisan di Internet baik dari sumber Sunni ataupun Syiah. Mengingat sedikitinya sumber yg tertera.

KONDISI POLITIK SAAT MANIFESTO

Saat itu, kondisi Abbasiyah sangatlah menyedihkan. 

1. Kota inti Islam di kuasai oleh Fatimiyyah seperti Palestina, Mekkah dan Madinah

2. Abbasiyah dikuasai oleh klan buwaihi yg beraliran Syiah. Mereka ( Buwaihi ) menganggap khalifah Fatimiyyah lebih utama dari Abbasid.

3. Wilayah Abbasid diambil oleh Fatimiyyah dengan bantuan Romawi 

4. Disebutkan nama Khalifah Al Hakim Fatimiyyah di Khotbah

Selain itu juga, Harta Abbasid ini sering diambil oleh Buwaihi dan diberikan ke Fatimiyyah karena Buwaihi meyakini Fatimiyyah lebih pantas jadi khalifah Islam dibanding Abbasiyah.

Dengan semua keributan tersebut. Pamor Abbasid menjadi turun. Umat Islam saat itu juga meyakini Fatimiyyah merupakan khalifah sah karena namanya disebut dalam khotbah.

Pada tahun 396 H. Khalifah Al Hakim Fatimiyyah disebut dalam khotbah jum’at di Haramain. Org Mesir pasti langsung bersujud ketika mendengar doa ke Al Hakim Al Ubaidi baik ketika di pasar ataupun di masjid. Org biasa juga sujud karena org lain sujud ( cek Al Bidayah Wa Nihayah )

Ulama Sunni jelas melarang ini bahkan melaknat perilaku mereka semua karena melampaui batas. 

Selain itu juga, penguasa dinasti Buwaihi yaitu Sharif Al-Radi yg pro fatimiyyun dan seorang Syiah Imamiyah juga memperparah keadaan.

Siapa itu Sharif Al-Radi ?

Dia merupakan keturunan dari Imam Musa Al Kazim alias imam ketujuh Syiah Imamiyah. Bapaknya Sharif Abu Husayn bin Musa Al-Musawi al-Alawi. Karir politiknya bagus dan diturunkan anaknya.

Dia dapat pendidikan bahasa Arab, Fikih Madzhab Maliki dan dibimbing ulama Mu’tazilah. Ia fasih bahasa bersyair.

Dinasti Buwaihi sangat menghormatinya tapi Dia anti Abbasid dan buat syair provokatif. 

Mau tau seberapa provokasi syairnya ? Gini syairnya

[Why should] I bear humiliation in the land of the enemy, when in Egypt the Caliph is an Alid

His father is my father, his friend (mawlahu) is my friend (mawlay),

if the distant stranger bears malice for me. 

Bayangin dah, keturunan Nabi menghina keturunan Abbasid yg juga keturunan nabi dan Seberapa kacaunya itu efek syair

Syairnya mempertanyakan validitas Abbasiyah sebagai khalifah karena Sharif Al-Radi itu keturunan Nabi dan keluarga penguasa haramain. Dia representasi dunia Islam

Lalu Khalifah Al-Qadir dan ulama Sunni mempertanyakan syairnya dan mempertanyakan dasar keturunan khalifah Fatimiyyah. 

Ayahnya Sharif Al Radi yaitu Sharif Abu Ahmad Husayn juga ga mau bicara dgn anaknya.

Sampai akhirnya Khalifah Al-Qadir melihat ada kesempatan memulihkan kekuasaan Abbasid dan menguatkan paham Sunni. Maka dikeluarkanlah Manifesto Baghdad di tahun 402 H. Ini ditandatangani oleh ulama Sunni dan Penguasa haramain. 

Jika lihat dari sumber Sunni lain yaitu Ibnu Katsir dari kitabnya Al Bidayah Wa Nihayah :

Manifesto Baghdad ini membuat efek yang sangat kuat yaitu penguatan paham Sunni di dunia Islam dari tahun ( 1011 M -1258 M)

Apa efeknya ?

1. Alasan Klan Saljuk meruntuhkan kekuasaan De Facto di Abbasid.M dan mengembalikan kekuatan khalifah Islam

2. Menguatnya paham Sunni dengan kodifikasi paham Sunni dengan keluarnya Risāla al-Qādiriyya. Apa saja isinya ?

A. Menyalahkan doktrin syiah, Mu’tazilah dan Asy’ariyyah

B. Mengembalikan nama kekuasaan 4 khalifah dan keabsahan seluruh sahabat Nabi Muhammad.

C. Ali adalah Khilafah ke empat dari Khulafaur rasyidin

3. Salah satu alasan Saladin meruntuhkan fatimiyyah.

Runtuhnya kekuasaan fatimiyyun di tangan Sunni alias Shalahuddin Al Ayyubi karena mengikuti Baghdad Manifesto. 

4. Dinasti Fatimiyyun bukan keturunan nabi karena semua itu hanya bohongan

Ini diakui oleh ulama Sunni dan Syiah sendiri bahwa penguasa fatimiyyun bukan berasal dari keturunan nabi. 

Manifesto Baghdad ini menjadi awal mula dan titik risalah serta padamnya kekuasaan Syiah di Mesir, Syria dan di Abbasiyah.

PENUTUP

Syiah Imamiyah sangat membenci Manifesto tersebut dan mengatakan itu manipulasi politik. Manifesto ini menjadi Dalil utama dalam agama dan politik bahwa Syiah bukanlah khalifah.

Karena setelah dikeluarkannya manifesto ini bahwa terjadi pemulihan paham Sunni sebagai penguasa politik dunia Islam yang sebelumnya di pegang Syiah.

Tapi efek dari manifesto adalah memastikan Islam yg benar adalah Sunni.

Abbasid dikenal kedekatannya dengan Syiah. Seluruh khalifah Abbasiyah dekat dengan Syiah dan memuliakannya. Manifesto ini jelas mengurangi legitimasi Fatimiyyah dan syiah dalam dunia Islam.

Sekian dan terima kasih


Ada pertanyaan? Silahkan komentar

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Revesery.com

Revesery.com

Iklan Bawah Artikel

Join Grup Facebook: Disini
                   Discord: Disini
                Instagram: Disini

Kunjungi terus Revesery.com karna akan ada update selanjutnya.

Download ==>