Cara Mengatasi Impostor Syndrome Pada Remaja - Revesery -->

Cara Mengatasi Impostor Syndrome Pada Remaja

Cara Mengatasi Impostor Syndrome Pada Remaja - Sering gak kita berpikir kaya gini "Aku kayaknya gak layak deh untuk di posisi ini" atau "Aku kok kayaknya bodoh banget ya" ??

Hari ini, aku mau bahas tentang bias yang namanya Dunning Kruger Effect, atau bahasa gaulnya "Impostor Syndrome"


Dunning Kruger Effect

Jadi berdasarkan study dari Professor Dunning & Kruger,  ternyata kadang kita itu suka 'overestimate' kemampuan kita padahal mungkin pengetahuan kita belum segitu dalamnya. 

Dan ketika kita udah tau banyak hal, kita malah cenderung 'underestimate' kemampuan kita. Makanya, kadang kita suka mikir ya "Ini orang kok PD banget ya padahal skill nya ya B aja" 

Tapi, orang yang pinter and capable di bidangnya, justru rendah hati dan tidak sombong, malahan semangat belajarnya lebih tinggi daripada orang yang biasa aja. Jawabannya mungkin karena orang pintar tau seberapa banyak yang dia gak tahu. 

Bahkan cenderung dia masih merasa dirinya bodoh karena dia bisa melihat banyak hal yang mungkin belum dilihat orang lain.

Sedangkan, yang lain mungkin cuma bisa mengkritik atau sok pintar aja. Jadi wajar gak kalau kadang kita merasa bodoh dan gak layak? Ya wajar banget. Manusiawi malah. 

Tapi balik lagi, kalau kita merasa bodoh, apakah kita malah diam dan gak melakukan apa2? 

Justru itu yang menurut aku kurang tepat. aku juga sering banget kena Impostor Syndrome. 

Merasa bodoh? Pernah.

Merasa gak layak? Pernah banget. 

Tapi justru itu yang jadi fuel aku untuk tetap belajar dan improve diri aku. 

Cara Mengatasi Impostor Syndrome Pada Remaja

Ini ada 3 prinsip yang menurut aku penting untuk kita bisa survive dari Impostor Syndrome.

#1 Bodoh itu Boleh. Yang penting Jangan Bebal. 

Apa bedanya orang Bodoh sama Orang Bebal. 

Simpel. 

Orang bebal itu menurut aku udah tau bodoh, tapi gak bisa dibilangin. Udah tau salah, tapi ya gak mau belajar. Jadinya stuck disitu2 aja. Duh Biasanya, kalo dibilangin, kata2 sakti ini yang keluar dari mulutnya..

"Pokoknya"

"Pokoknya aku gak tau"

"Pokoknya ini yang menurut aku benar"

Nah, susah kan ngomong ma orang gitu? Mau sampe berbusa juga pusing. Pernah ada di situasi gitu? aku sering banget.

Cara Mengatasi Impostor Syndrome Pada Remaja

Bedanya sama "Bodoh" apa?

Menurut aku, orang Bodoh tau dia gak tau. Jadi, dia mau belajar untuk mengisi gap dalam pengetahuannya. 

Juga, bodoh itu gak sepenuhnya negative loh, kalau kita lihat dalam konteks pertumbuhan.

Kayak anak SD disuruh kerjain soal aljabar. 

Susah kan? aku yakin itu anak SD pasti akan merasa bodoh banget. 

Karena ya dia belum tau bahwa aljabar itu ada jawabannya. Dan itu WAJAR. 

Makanya, tetap belajar sampe bisa mengerti konsepnya. 

Semua masalah pasti ada jawabannya. 

Dari SD, nanti naik level ke SMP, terus ke SMA. Jadi saat kita merasa bodoh, ya kita lagi naik level aja. Jadi ya kita musti belajar hal baru dan tetap berproses.

Makanya grafik Dunning Krugger itu maju ke depan karena ya itu menggambarkan pertumbuhan.

Masalahnya, kita gak buat belajar hal baru, di luar zona nyaman kita?

#2 Mencari apa yang menjadi kekuatan kita.

Kaya yang aku bilang di thread & podcast aku, pertumbuhan itu harus disengaja. Gak bisa dateng sendiri. 

Dan kita bisa bertumbuh lebih cepat kalau kita bisa fokus dan mengeliminasi hal hal yang mungkin gak sesuai sama diri kita.Ketika kita suka sama suatu hal, pasti itu akan jadi kekuatan kita. Karena ya ketika kita ngerjain itu, everything is flowing and we feel happy. 

Tapi kan, kita lagi kena impostor syndrome,lagi gak PD banget sama diri kita. 

Gimana cara cari tau apa yang jadi kekuatan kita?

Dulu aku pernah diajarin buat cari tau apa yang aku "SUKA" dan "BISA". Ini exercise yang cukup unik, karena ini logical banget.

Ketika kita mau nge "flow", ya kita musti start untuk bergerak aja dari hal2 yang keliatan. Nanti kepercayaan diri akan terbangun sendirinya. Ini contoh yang aku lakukan untuk diri aku sendiri :

BISA : Public Speaking, Menyelesaikan Masalah. 

SUKA : Menulis, Berbicara.

Jadi ya udah, aku start dari situ. 

Makanya, aku memberanikan diri buat bikin Podcast, dan mulai share pemikiran aku di twitter. Kenapa gak bikin di Youtube atau Instagram? 

Sekarang aku belum merasa percaya diri, terus kayaknya kalo visual itu preparation nya harus lebih proper. 

Dan karena aku lagi mau fokus ke kontennya, aku prefer untuk cari yang mediumnya tulisan dan suara dulu. Mungkin nanti aku mau coba disana, tapi sekarang aku merasa lebih comfort melalui tulisan dan suara dulu.

Jadi, ya aku gak perlu minder kalau misalnya ada teman aku yang bikin kontennya di youtube and instagram. 

Karena aku tau apa yang aku BISA dan aku SUKA.

Kadang, aku juga sadar kalau Impostor Syndrome terjadi karena kita ya membandingkan diri dengan orang lain. 

Ya gak sih?

Tapi dengan tau apa yang kita BISA dan SUKA, itu akan membantu kita lebih tau mau bertumbuh kemana, dan gak liat kiri kanan. 

#3 Percaya sama prosesnya. 

Buat bertumbuh, itu pasti butuh waktu, butuh diproses.

Yang namanya proses itu pasti gak enak dan gak ada yang sebentar. Tapi waktunya pasti PAS.

Kita bikin kue aja, pas dipanggang di oven. 

Kalau kelamaan gosong. Kecepetan ya gak mateng.adi, ya sabar aja dalam proses belajarnya.

Kalau lagi proses terus gagal. Ya udah, besok coba lagi. 

Kalau terus mentok, ya coba cari jalan baru.

Jangan menyerah di tengah prosesnya, dan musti sabar biar kita bisa keluar dari proses dengan pembelajaran yang oke.Kalo aku flashback ke beberapa tahun sebelum aku ada di posisi ini, aku butuh waktu buat belajar sekitar 6-7 tahun buat dapet konsep tentang Marketing & Leadership yang bisa aku apply di posisi aku  sekarang.

Lama kan? Tapi ya namanya proses, pasti lama dan gak enak.Di tengah2 generasi yang butuh Instant Gratification, ternyata kesabaran itu kunci utama yang dibutuhkan untuk bertumbuh.

Ini ada 1 quote dari Leo Tolstoy. Yang aku suka banget yang menggambarkan tentang Proses dan Waktu.

yuk yang mungkin lagi ngerasa kena Impostor Syndrome, tetap belajar dan jangan menyerah di tengah prosesnya. 

Ini 3 prinsip yang work buat aku :

#1 Bodoh itu Boleh. Yang penting Jangan Bebal. 

#2 Mencari apa yang menjadi kekuatan kita.

#3 Percaya sama prosesnya. Terima kasih yang udah membaca artikel ini!

Kalau mau ngobrol, diskusi atau bertanya

Sekian Cara Mengatasi Impostor Syndrome Pada Remaja.


Ada pertanyaan? Silahkan komentar

Posting Komentar

Revesery.com

Revesery.com

Revesery.com

Revesery.com

Kunjungi Terus "Revesery" untuk update menarik selanjutnya. 

Simak update artikel menarik disini, stay tuned !! Revesery.com
Jangan sampai Terlewatkan

Download ==>

• Join Grup Team :
Discord Grup ( 12,832 Anggota )