Cara Menghitung Harga Jual Setelah Diskon - Revesery -->

Cara Menghitung Harga Jual Setelah Diskon

Cara Menghitung Harga Jual Setelah Diskon - Cara ngitung markup harga yang bisa bikin kalian cuan. Diskon merupakan media promosi yang cukup efektif untuk mendapatkan respon pelanggan. Hal ini membuat para pebisnis sering menggunakan taktik ini. Pengetahuan tentang cara menghitung diskon dengan benar penting bagi Anda sehingga Anda dapat menghemat lebih banyak anggaran Anda.

Diskon biasanya ditulis dalam persentase (%). Yuk, simak rumus perhitungan diskon di bawah ini agar kamu bisa mengubah persentase ke rupiah dan menyesuaikan harga produk yang sesuai dengan kantongmu

Cara Menghitung Harga Jual Setelah Diskon

Bagaimana jika Anda melihat simbol diskon di bawah ini: "60% OFF + 40%!!!". Anda dapat menemukan tanda ini di toko ritel. Tentu timbul pertanyaan: setelah menghitung diskon 60% + 40% = 100% = gratis, apakah produk akan dibandrol dengan harga 0,00 rupiah? 

Apa metode perhitungan yang dimaksud? Sama seperti cara menghitung diskon untuk diskon individual, Anda perlu mengonversi persentase diskon menjadi desimal untuk mempermudah perkalian.

Tujuan dari diskon adalah untuk menghemat uang. Bagi kebanyakan orang, bagaimanapun, diskon adalah cara untuk berhemat. Selain itu, diskon mempengaruhi persepsi kita terhadap anggaran kita sendiri, selama Anda tahu cara menghitung diskon dan menggunakannya dengan tepat, maka Anda bisa mulai menghitung sendiri biaya pembelian produk tertentu.

Cara Menghitung Harga Jual Setelah Diskon

*Bisa dipake buat jualan, dropship, bikin promo, submit tender, dll.

Kalian kalo mau markup harga 20% dari Rp.300.000, pasti kaya gini kan :

Rp. 300.000 + 20% =

Rp. 300.000 + Rp. 60.000 = Rp. 360.000

Iya benar sih 20% kenaikan harganya, tapi hasil dari markup tadi kalo mau ngasih "DISKON" 20% pasti jadi dibawah Rp.300.000 tadi :

Rp. 360.000 - 20% =

Rp. 360.000 - Rp. 72.000 = Rp. 288.000

Sebenernya ada cara lain buat markup harga.

Kalo kalian mau markup harga 20% dari Rp. 300.000, cukup gini aja :

100% - 20% = 80% tuh

Nah itungnya gini :

Rp. 300.000 : 80% = Rp. 375.000

Nah dapet Markup 20% dari Rp. 300.000 = Rp. 375.000.

Jadi kalo kalian mau diskon 20% lagi, pasti bakal balik harganya ke Rp. 300.000.

Rp. 375.000 - 20% =

Rp. 375.000 - Rp. 75.000 = Rp. 300.000

Kalo mau markup 60% gimana ?

Rp. 300.000 : 40% = Rp. 750.000

Kalo mau markup 50%+20% gimana ?

Rp. 300.000 : 50% = Rp. 600.000

Rp. 600.000 : 80% = Rp. 750.000

Jadi harga setelah markup 50%+20% = Rp. 750.000

Itungan gini biasa banyak dipake buat skema diskon baju lebaran dengan skema "Diskon 50%+20%"

Atau buat kalian yang kerja di kontraktor pengadaan barang jasa, biasanya klien banyak tuh yang minta diskon, bisa pake trik ini.

Jangan tertipu oleh trik diskon besar,Yang paling penting adalah berhati-hati saat membeli barang, namun sebagai konsumen yang cerdas, penting untuk memahami konsep diskon ini. Terutama jangan tertipu oleh taktik pemasaran yang menulis promosi diskon. Jadi, baca artikel ini dengan seksama untuk mempelajari cara menghitung diskon. Dalam dunia bisnis, diskon sering digunakan oleh perusahaan sebagai taktik pemasaran untuk meningkatkan penjualan.

Sekian Cara Menghitung Harga Jual Setelah Diskon.

Ada pertanyaan? Silahkan komentar

Posting Komentar

Revesery.com

Revesery.com

download file ini untuk mencoba: 

Revesery.com

Revesery.com

 Download ==>>