Penyebab Startup Gagal di Indonesia dan Contohnya - Revesery -->

Penyebab Startup Gagal di Indonesia dan Contohnya

Penyebab Startup Gagal di Indonesia dan Contohnya - Zenius phk 200 karyawannya. 

Zenius ini unik. Dulu saat pakai modal sendiri, team kecil, sdh raih profit. Small is beautiful.

Penyebab Startup Gagal di Indonesia dan Contohnya

Lalu saat ada dana VC masuk ratusan milyar, lakukan ekspansi besar2an. Scaling. Rekrutmen masif. 

Ternyata potensi pasar tdk tumbuh sesuai proyeksi. 

Cost melambung. Dan limbung.

RuangGuru mungkin hadapi masalah yg sama dg Zenius.

Demand untuk online learning mungkin tak sebesar yg diharapkan. 

Padahal dana VC yg masuk didasarkan pd proyeksi growth yg super optimis. 

Saat growth tdk sesuai harapan, dana VC bisa hilang sia2.

Fyi, total dana yg diterima Zenius dari para VC (modal ventura atau investor) adalah Rp 575 M. Banyak sekali.

Krn ada dana besar, maka ekspansi ke beragam inisiatif, termasuk akuisisi Primagama. 

Jg bikin inisiatif kayak di bawah ini. Jujur, saya jg bingung apa maksudnya.....

......pengalaman belajar yang dipersonalisasi dengan meningkatkan teknologi pembelajaran adaptif..... menggunakan metode gamifikasi.....

Mbuh aku ora mudeng maksude.

Tapi ya itu komen khas CEO start up yg baru dapat dana segar. Omongane ndakik2. Ora membumi.

Saat ini, tech start up di seluruh dunia memang lg goyah. 

Grafik saham Grab di bawah ini dialami bnyk tech companies di amerika. 

Penyebab : inflasi di amerika 8%, tertinggi dlm 40 thn. Fed terapkan kebijakan uang ketat. Dana jd kering.

Selama 2020 - 2021, Fed terlalu murah hati. Suku bunga nol. Gerojok uang mega triliunan. Harga2 saham tech companies jd booming.

Sekarang Fed narik pedal rem. Harga saham tech companies pada hancur. 

Imbasnya ke tech start up di seluruh dunia.

Harga saham Zoom dan Spotify juga kolaps. Sekali lagi, ini dialami hampir semua tech companies di amerika. 

Crash sebutannya. 

Kondisi ternyata berdampak jg ke Indonesia.

Kondisi keuangan Grab, termasuk Grab Indonesia mungkin makin kritis.

Karena dana global kian kering, maka suntikan dana VC tak ada lagi. 

Bisa ada PHK massal di berbagai start up di tanah air.

Khusus buat Zenius, mungkin jg krn terlalu agresif. Saat dapat suntikan dana VC, terlalu cepat rekrut banyak karyawan. Sebab kan dana melimpah.

Namun ternyata demand tidak naik2. Mungkin jg kompetisi makin ketat. 

Alhasil cost meledak, pemasukan stagnan.

Ini harga sama SEA (induknya Shopee Indonesia). Anjlok 75% dlm 6 bulan.

Kalau dana imvestor makin tipis, dan tak ada lagi suntikan dana krn kebijakan uang ketat Fed, Shopee bisa limbung juga. Hati2.

Kebijakan uang ketat Fed ini dampaknya ke seluruh dunia.

Dana2 VC jg pasti akan menyusut. 

Imbasnya jg pasti akan ke start up di tanah air. 

Sebab dana VC kita jg kebanyakan dari amerika.

Softbank sbg VC kelas kakap, menyatakan rugi Rp 378 triliun gara2 tech crash 2022 ini.

Mrka akan makin hati2 gelontorkan dana ke start up. Tak akan royal lagi. 

Kalau dana VC makin seret, apakah para start up di tanah air bisa survive?

Waspadalah.

Selama ini misalnya, Grab, Shopee hingga RuangGuru masih dlm posisi burning cash. 

Selama ini aman2 saja krn dana VC terus mengalir lancar.

Saat ini, gara2 kebijakan uang ketat Fed, dana investor mendadak kering. 

Lalu dari mana Grab x Shopee bs bertahan kalau dana habis?

Bagi para start up di tanah air, road to profitability harus segera hadir. Mrka tak bisa lagi andalkan dana VC yg kian kering. 

Kalau dana investor habis, mungkin akan ada banyak PHK massal terjadi pada beragam start up di tanah air.

Kebijakan uang ketat Fed (Bank Sentral Amerika) ini benar2 fatal bagi tech start up. 

Sebab kebijakan tsb bikin valuasi tech companies anjlok dan bikin harga2 saham tech jatuh. 

Saat valuasi jeblok, maka tech start up tak lagi menarik bagi para investor dan VC.

Alurnya  begini :

Inflasi amerika naik gila2an

⬇️

FED terapkan kebijakan uang ketat agar inflasi turun

⬇️

Dana global jd kering x valuasi tech start up anjlok parah.

⬇️

Dana VC macet. Start up di seluruh dunia, termasuk di tanah air, jadi temehek2 dan terancam kolaps.

Dalam 12 bulan ke depan, mungkin akan ada beberapa start up di tanah air yg berguguran. 

Saat dana investor mengering, adu bakar uang tak lagi bisa dilanjutkan. Bahan bakar utamanya sdh habis.

Sekian Penyebab Startup Gagal di Indonesia dan Contohnya


Ada pertanyaan? Silahkan komentar

Posting Komentar

Revesery.com

Revesery.com

Revesery.com

Revesery.com

Download ==>